Jumat, 13 Agustus 2010

GenKan!!

Dalam komik ataupun film-film jepang, kita melihat bahwa sering kali orang jepang  yang berkunjung kerumah orang lain, pasti akan menghadapi sebuah ruang kecil yang letaknya paling depan dari bagian rumah. Jika si empunya rumah mengajak kamu masuk ke dalam rumahnya, maka orang yang bertamu itu akan melepas alas kakinya diruang kecil tersebut sebelum memasuki rumah. Dari situ kita bisa langsung tahu, bahwa tradisi tersebut adalah salah satu bagian dari kebudayaan etika di jepang.
Ruang kecil di bagian paling depan yang ada pada setiap bangunan rumah jepang ini di sebut Genkan. Meski kelihatannya sepele, tapi jangan abaikan tata krama tersebut jika kamu bertamu kerukah orang jepang. Genkan sendiri merupakan tempat tradisi yang penting pada setiap rumah. Perhatikanlah tatakrama berikut ini. Pertama-tama, berdirilah di luar rumah dan sapalah penghuni rumah yang (tentunya) sudah kamu kenal sebelumnya untuk memberitahukan kedatangan kamu. Lalu, buka pintu luar dengan cara menggesernya, kamu akan memasuki area ruang Tataki. Ini adalah ruang yang biasanya dibuat dari beton atau batu di tingkat dasar. Biasanya Genkan memang dibuat setingkat lebih tinggi dibanding Tataki, sehingga terlihat adanya undakan di bagian tersebut. Undakan seperti tangga kecil ini di sebut Shikidai. Di ruang Tataki ini, tunggulah sampai si empunya rumah muncul dan menyambut kamu. Jika dia mengundangmu masuk ke dalam rumahnya, lepaskan alas kakimu dan naik Shikidai. Kini kamu sudah di anggap anggota keluarga karena sudah di persilahkan masuk oleh si empunya rumah.
Namun, jika si empunya rumah tidak mempersilahkan kamu masuk, artinya kamu tetap dianggap sebagai Soto, yaitu orang luar. Orang luar tak perlu melepaskan alas kakinya jika berbicara dengan pemilik rumah di ruangan Genkan. Biasanya pembicaraan seperti ini hanya berlangsung sebentar dan seperlunya, berhubung ruang Genkan tidak tersedia kursi, hingga orang-orang yang ada di situ tetap berdiri. Pengantar delivery makanan, petugas peerintah, petugas pos, atau polisi patrol di lingkungan setempat biasanya cukup berada di daerah Tataki saat berbicara dengan pemilik rumah. Oh ya, cara meletakkan alas kaki yang di lepas di ruang Genkan juga ada aturannya lho.  Sepatu paling baik diletakkan dengan ujung menghadap keluar pintu dan tarulah pada tinggkat dasar pada Shikidai, agak tepi(jangan tengah-tengah). Katanya ini untuk menunjukan rasa hormat terhadap tata krama Genkan.
        Namun jika dipikir secara logika, hal tersebut dilakukan untuk mempermudah saat kita menggunakan alas kaki saat akan pulang, sehingga tidak perlu memutar badan saat memakai sepatu. Dan lagi, peletakan sepatu di pinggir bertujuan agar tidak ada yang tersandung sepatu karena sepatu berada di tengah jalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar